Kamis, 13 Mei 2021
30 C
Sidoarjo
Kamis, 13 Mei 2021

Butuh Tangan Dingin Bangun Sidoarjo

- Advertisement -
- Advertisement -

Opini: H. Mursidi, Ketua MPC Pemuda Pancasila Sidoarjo

SIDOARJO Membutuhkan tangan dingin untuk  mewujudkan harapan rakyat hidup sejahtera secara mandiri. Salah satu pondasi kesejahteraan yang dibutuhkan adalah masuknya investasi sebagai pintu utama terbukanya kesempatan kerja dan kualitas pendidikan sumber daya manusia (SDM); termasuk penguasaan skill (keterampilan).

Kelana Aprilianto sebagai pengusaha berpengalaman dan Dwi Astutik yang juga telah teruji sebagai doktor di bidang pendidikan perlu diberi kesempatan mewujudkan Sidoarjo yang bermartabat atau berkelas.

Mewujudkan kesejahteraan publik,  tentu bukan persoalan mudah. Ini butuh kemampuan menejerial,  kemampuan komunikasi publik yang luar biasa,  dan kecerdasan kreativitas dan inovasi.

Menurut hemat saya, kemampuan itu dimiliki pasangan calon nomer urut 3. Salah satu indikator, program modal tambahan sebesar Rp 1 miliar setiap desa sebagai modal stimulan untuk memperbaiki perekonomian lokal dan pemberdayaan usaha lokal guna memperkuat penghasilan keluarga.

Program ini perlu dikawal agar dalam perjalanannya tidak menjadi tumpang tindih atau kemungkinan terjadi penyelewengan.

Mengapa harus dikawal? Program pembangunan di desa perlu dikawal. Kita sebagai organisasi masyarakat perlu membantu pemerintah dalam menjalankan kebijakan prorakyat.

Selama ini, Pemuda Pancasila (PP) selalu ingin menjadi bagian dari masyarakat untuk mengabdikan diri. Bila saat ini kami berada di barisan Sidoarjo Berkelas, itu dikarenakan program yang direncanakan linier dengan PP.

Misalnya, pentingnya pemberdayaan dan inovasi untuk menggali sumber penghasilan. Masyarakat tidak hanya diberi kail atau modal, tetapi juga dibimbing dan didampingi agar dapat menjadi wirausaha berbasis kemampuan diri dan produk lokal.

Kami ingin Sidoarjo makmur bersama pemimpin berpengalam di berbagai bidang. Dan, itu kami lihat melekat pada sosok pasangan nomor urut 3, yaitu Kelana Aprilianto dan Dwi Astutik. (*)

- Advertisement -
Terkini
- Advertisement -
Related news
- Advertisement -