Sabtu, 15 Mei 2021
32 C
Sidoarjo
Sabtu, 15 Mei 2021

PBB Serukan Saling Menghormati di Tengah Keributan Akibat Kartun Nabi Muhammad

- Advertisement -
- Advertisement -

Miguel Angel Moratinos Perwakilan Tinggi PBB untuk Aliansi Peradaban menyeru dunia untuk saling menghormati semua agama serta kepercayaan, guna mengembangkan budaya persaudaraan serta perdamaian.

Dalam sebuah pernyataan, Moratinos mengatakan dia mengikuti dengan keprihatinan mendalam akan meningkatnya ketegangan serta contoh intoleransi yang dipicu oleh majalah mingguan Prancis Charlie Hebdo yang menerbitkan karikatur satir yang menggambarkan Nabi Muhammad.

“Karikatur yang menghasut juga telah memprovokasi tindakan kekerasan terhadap warga sipil yang tidak bersalah, yang diserang karena agama, kepercayaan atau etnis mereka,” kata Moratinos seperti yang dikutip Anadolu dilansir Antara.

Dia menggarisbawahi bahwa penghinaan terhadap agama serta simbol-simbol suci agama memprovokasi kebencian serta ekstremisme kekerasan, yang mengarah pada polarisasi serta fragmentasi masyarakat.

Kebebasan berekspresi harus dilakukan dengan cara yang sepenuhnya menghormati keyakinan agama serta prinsip semua agama, katanya.

“Tindakan kekerasan tidak dapat serta tidak boleh dikaitkan dengan agama, kebangsaan, peradaban, atau kelompok etnis apa pun,” ujar Moratinos.

Awal bulan ini, Emmanuel Macron Presiden Prancis menggambarkan Islam sebagai “agama dalam krisis” serta mengumumkan rencana undang-undang yang lebih keras untuk menangani “separatisme Islam” di Prancis.

Ketegangan semakin meningkat setelah kasus pemenggalan kepala seorang pendidik sekolah menengah, Samuel Paty, pada 16 Oktober di pinggiran Paris setelah dia menunjukkan kartun Nabi Muhammad di salah satu kelasnya tentang kebebasan berekspresi.

Penyerangnya, Abdullakh Anzorov, seorang pria berusia 18 tahun asal Chechnya, kemudian ditembak mati oleh polisi.

Macron memberikan penghormatan pada Paty, serta kartun yang dirilis oleh Charlie Hebdo juga diproyeksikan pada bangunan di beberapa kota.

Presiden Prancis membela karikatur itu, dengan mengatakan Prancis “tidak akan menghentikan kartun kami”. Pernyataan itu memicu kemarahan di seluruh dunia Muslim.

Selain kecaman dari sejumlah negara termasuk Turki, Iran, serta Pakistan, ada seruan untuk memboikot produk, protes, serta serangan Prancis terhadap situs Prancis.(ant/tin)

Sumber »

- Advertisement -
Terkini
- Advertisement -
Related news
- Advertisement -