Sabtu, 15 Mei 2021
29 C
Sidoarjo
Sabtu, 15 Mei 2021

Untuk Mudahkan Monitoring, 1.000 Ekor Komodo Dipasangi Chip

- Advertisement -
- Advertisement -

Wiratno Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam serta Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup serta Kehutanan mengatakan sekitar 1.000 ekor komodo di Taman Nasional Komodo sudah dipasangi chip untuk mempermudah monitoring.

Wiratno di Jakarta, Rabu (28/10/2020), mengatakan Kementerian Lingkungan Hidup serta Kehutanan (KLHK) telah memiliki data populasi komodo hasil monitoring yang dikerjakan secara terus menerus selama 15 tahun bersama Komodo Survival Program serta Balai Taman Nasional Komodo di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dari hasil pendataan 2018 diketahui populasi satwa endemik dilindungi tersebut mencapai 2.897 individu. Sedangkan di 2019, angka tersebut naik menjadi 3.022 individu.

“Jadi dari sekian ribu komodo ini, 1.000 sudah dipasangi chip. Ya jadi kalau dipasang terus chip, itu untuk pantau apakah termasuk komodo lama atau baru,” ujar Wiratno seperti yang dilansir Antara.

Selain di Pulau Komodo serta Pulau Rinca, di Pulau Padar yang sering digunakan wisatawan untuk berswafoto terdata ada tujuh ekor komodo. Lalu ada 69 ekor di Gili Monang serta 91 di Nusa Konde.

Wiratno mengatakan terdapat sekitar 70 lembah di Taman Nasional Komodo yang memiliki total luas 173.300 hektare (ha) tersebut. Sebanyak 40 lembah ada di Pulau Komodo serta 30 sisanya ada di Pulau Rinca.

“Jadi Loh Liang serta Loh Buaya itu salah satu yang dihuni komodo serta berinteraksi dengan masyarakat,” ujar dia.

Secara intensif juga dilakukan penjagaan di taman nasional untuk memastikan tidak ada lagi perburuan rusa di Pulau Komodo bagian barat, sehingga pakan alami komodo menjadi terjaga. Sebelumnya memang ada perburuan dari masyarakat di wilayah Sape serta Bima yang berdekatan dengan kawasan taman nasional.

Ia mengatakan jika dilindungi secara serius serta konsisten, dengan meminimalisasi kontak satwa, aktivitas wisata pada kondisi saat ini dinilai tidak membahayakan populasi biawak komodo di areal Lembah Loh Buaya seluas 500 hektare, atau sekitar 2,5 persen dari luas Pulau Rinca yang mencapai 20.000 hektare yang sedang dilakukan penataan sarana serta prasarana.

Ia juga menyebut hanya sekitar satu hektare lahan di Loh Buaya yang masuk dalam Zona Pemanfaatan Wisata Daratan dimanfaatkan untuk bangunan sarana serta prasarana penunjang taman nasional.(ant/tin)

Sumber »

- Advertisement -
Terkini
- Advertisement -
Related news
- Advertisement -