Kamis, 13 Mei 2021
30 C
Sidoarjo
Kamis, 13 Mei 2021

Netralitas Perangkat Desa di Kabupaten Jember Sangatlah Rendah

- Advertisement -
- Advertisement -

JEMBER – Netralitas perangkat desa dalam menyikapi Pemilukada 2020 di Kabupaten Jember sangatlah rendah, seperti halnya yang dilakukan salah seorang oknum perangkat Desa di Desa/Kecamatan Ajung. Dimana ketika relawan paslon nomor 3 memasang bendera, umbul-umbul serta banner, oknum perangkat desa meminta agar memasang banner paslon nomer 2 di tempat yang sama.

“Karena memang sebelumnya tidak ada banner milik paslon, namun ketika kami mau menggelar acara, kok tiba-tiba ikut pasang banner, ini kan namanya gak beretika,” ungkap Tri Zainul Yulianto selaku pelaksana kegiatan pasangan calon Bupati serta Wakil Bupati Salam-Ifan (Paslon nomor urut 3) seperti dikutip petisi.co, PortalSidoarjo.com mengutip dari siberindo.co.

Inung panggilan akrab Tri Zaeinul Yulianto akhirnya menghadapkan banner milik paslon nomor urut 2 tersebut ke arah rumah warga, serta akan dikembalikan menghadap ke jalan setelah acara paslon nomor urut 3 selesai.

“Setelah acara karena kondisi capek, kami berencana malam hari akan dipasang kembali banner milik calon lain tersebut, namun sore hari, saya ditegur oleh salah satu perangkat desa, agar segera memasang banner milik calon tersebut, karena ada kesalahpahaman, situasi memang kurang bersahabat (memanas), sehingga saya melaporkan kejadian ini ke tim pemenangan calon kami,” ujar Inung.

Sementata Hariri, Bendahara Desa Ajung saat dikonfirmasi terkait permasalahan ini mengatakan, bahwa dirinya saat itu bermaksud hanya menengahi para pemuda, serta tidak membela salah satu calon bupati yang dipermasalahkan.

“Perangkat desa itu harus netral, serta kedatangan saya waktu itu hanya untuk menengahi para pemuda saja kok, gak ada maksud lain,” katanya.

Selanjutnya Anasrul, S.H., C.I.L selaku Tim Advokasi serta Hukum Paslon Salam-Ifan setelah mendapatkan cukup bukti yang kuat baik foto, video serta percakapan WhatsApp akan melaporkan perangkat Desa Ajung ke Bawaslu.

“Karena sudah condong memihak salah satu calon, ada bukti-bukti ketidaknetralan perangkat desa tersebut, di antaranya foto, video serta percakapan WhatsApp,” ujar Anasrul, Sealsa (27/10/2020). (eva)

Sumber »

- Advertisement -
Terkini
- Advertisement -
Related news
- Advertisement -