Sabtu, 15 Mei 2021
32 C
Sidoarjo
Sabtu, 15 Mei 2021

Presiden: Sumpah Pemuda Energi Positif Pemersatu Bangsa Indonesia

- Advertisement -
- Advertisement -

Joko Widodo Presiden mengatakan, sesudah 92 tahun berlalu, semangat Sumpah Pemuda harus terus menyala.

Di tengah derasnya arus globalisasi, persaingan sengit antarnegara, antarindividu bisa berujung pada upaya saling mengalahkan, serta saling menghancurkan.

Kompetisi yang tidak sehat itu menjadi energi negatif yang merugikan seluruh elemen Bangsa Indonesia.

Sumpah Pemuda, kata Jokowi, justru membawa energi positif yang menyatukan. Persaingan serta perbedaan tidak harus membuat anak-anak bangsa melupakan masalah, kepentingan serta target bersama.

Dalam sambutan virtual puncak peringatan Hari Sumpah Pemuda, dari Istana Kepresidenan, siang hari ini, Rabu (28/10/2020), Presiden menegaskan, berbagai masalah yang ada bisa diselesaikan dengan cara bersatu serta bekerja sama.

Menurutnya, bersatu serta bekerja sama ialah kunci kemajuan Indonesia. Sehingga, upaya-upaya menjaga persatuan harus terus dilakukan.

“Sumpah Pemuda justru membawa energi positif yang menyatukan. Persaingan serta perbedaan tidak harus membuat kita melupakan adanya masalah-masalah bersama, kepentingan-kepentingan bersama, maupun target-target bersama. Yang semuanya bisa kita selesaikan dengan cara bersatu serta bekerja sama,” katanya.

Lebih lanjut, Jokowi Presiden menekankan pentingnya seluruh pihak terus menjaga semangat solidaritas serta rasa persaudaraan.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu berharap, tidak ada lagi dikotomi Suku Jawa, Sumatera, Sulawesi, atau Papua. Yang ada cuma saudara sebangsa serta se-Tanah Air.

“Kita harus bekerja sama merawat keindonesiaan. Keindonesiaan harus selalu dijaga dengan semangat solidaritas serta rasa persaudaraan. Kita harus saling membantu satu sama lain dalam semangat solidaritas. Tidak ada Jawa, tidak ada Sumatera, tidak ada Sulawesi, tidak ada Papua, yang ada ialah saudara sebangsa serta setanah air,” tegasnya.

Persatuan harus terus diperjuangkan dengan menghargai perbedaan, menjaga toleransi serta keutuhan serta kedaulatan NKRI.

Untuk mewujudkan Indonesia yang bersatu, seluruh elemen bangsa juga harus kerja sama membangun Indonesia secara adil serta merata.

Jokowi menyebut, salah satu caranya dengan membangun Indonesiasentris dari pinggiran, dari desa, pulau terluar hingga perbatasan negara.

Pemerintah juga membangun infrastruktur yang memudahkan konektivitas antarwilayah, antarpulau untuk mempersatukan Indonesia.

Presiden berharap, dengan pembangunan yang merata serta berkeadilan, masyarakat Papua, masyarakat Aceh, serta masyarakat di berbagai wilayah akan merasa memiliki, serta siap berkontribusi memajukan Indonesia.(rid/ipg)

Sumber »

- Advertisement -
Terkini
- Advertisement -
Related news
- Advertisement -