Kamis, 13 Mei 2021
32 C
Sidoarjo
Kamis, 13 Mei 2021

Enam Kecamatan di Probolinggo Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka

- Advertisement -
- Advertisement -

Sebanyak enam kecamatan yang secara konsisten berada pada daerah zona hijau serta kuning terkait sebaran Covid-19 di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, mulai melakukan uji coba pembelajaran tatap muka pada Senin.

Enam kecamatan itu ialah Lumbang, Sumber, Kuripan, Tiris, Krucil, serta Wonomerto, yang masing-masing kecamatan ada dua jenjang sekolah, yakni sekolah dasar (SD) serta sekolah menengah pertama (SMP).

“Pembelajaran tatap muka itu merupakan sebuah tantangan di tengah pandemi Covid-19, sehingga mereka harus tetap semangat belajar dengan segala pembatasan yang ada,” kata Timbul Prihanjoko Wakil Bupati Probolinggo, Setelah memantau pelaksanaan uji coba pembelajaran tatap muka di SMPN 1 Krucil serta SDN Bermi 1 Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo.

Menurutnya, kini sudah tidak ada alasan untuk bermalas-malasan, meskipun di tengah pandemi karena mereka ialah duta kesehatan, setidaknya di lingkungannya masing-masing dengan memberikan contoh disiplin pada protokol kesehatan sebagai upaya untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Beberapa sekolah yang melakukan pembejaran tatap muka, yakni SDN Lumbang II serta SMPN 1 Lumbang di Kecamatan Lumbang, kemudian SDN Sumber I serta SMPN 1 Sumber di Kecamatan Sumber, selanjutnya SDN Kedawung II serta SMPN 1 Kuripan di Kecamatan Kuripan.

Kemudian, SDN Sepuhgembol II serta SMPN 1 Wonomerto di Kecamatan Wonomerto, SDN Segaran serta SMPN 1 Tiris di Kecamatan Tiris, serta SDN Bremi II serta SMPN 1 Krucil di Kecamatan Krucil.

Sementara Fathur Rozi Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo mengatakan pelaksanaan uji coba pembelajaran tatap muka itu dilaksanakan dengan sistem shift learning (belajar bergantian) serta rombongan belajar maksimal 15 peserta didik.

“Selain itu, seluruh warga sekolah wajib mematuhi protokol kesehatan serta standar operasional prosedur pelaksanaan pembelajaran,” katanya, seperti dilaporkan Antara.

Ia menjelaskan peserta didik harus mendapat izin orang tua serta diharuskan membawa bekal sendiri dari rumah, serta tidak bergantian tempat makanan serta minuman dengan orang lain dengan waktu pembelajaran selama tiga jam pukul 07.00 hingga 10.00 WIB.

“Pelaksanaan uji coba pembelajaran tatap muka itu akan dilaksanakan selama 2 minggu serta apabila hasilnya baik, maka akan dilakukan persebaran atau peningkatan jumlah satuan pendidikan yang akan melaksanakan uji coba pembelajaran tatap muka,” katanya.

Namun, pihaknya menegaskan pembelajaran tatap muka tersebut tetap harus di zona hijau atau kuning yang secara konsisten dalam 1 bulan terakhir serta hal itu menjadi solusi terhadap kejenuhan orang tua belajar jarak jauh.

“Pembelajaran tatap muka di tengah pandemi Covid-19 itu sebenarnya ialah solusi bagi kejenuhan anak melaksanakan pembelajaran secara daring maupun luring,” katanya.(ant/iss/ipg)

Sumber »

- Advertisement -
Terkini
- Advertisement -
Related news
- Advertisement -