Sabtu, 15 Mei 2021
32 C
Sidoarjo
Sabtu, 15 Mei 2021

Khofifah Minta Waspada Potensi Bencana Hidrometeorologi Antara November-Maret 2021

- Advertisement -
- Advertisement -

Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim meminta masyarakat mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir serta tanah longsor menjelang puncak musim hujan.

Bencana hidrometeorologi seperti banjir serta tanah longsor berpotensi terjadi di 22 kabupaten/kota yang memang berstatus rawan serta diperkirakan berlangsung November-Maret 2021.

“Umumnya di antara 22 daerah itu rawan itu didominasi karena luapan sungai di sekitarnya. Seperti sungai Bengawan Solo untuk wilayah Bojonegoro, Magetan, Madiun, Lamongan, Gresik, Ngawi, serta Tuban,” katanya.

Sedangkan potensi bencana banjir akibat luapan sungai Brantas biasa terjadi di Malang Raya, Kediri, Jombang, Mojokerto, Sidoarjo, Probolinggo, Surabaya, Bondowoso, Lumajang, Banyuwangi, serta Jember.

Sementara, khusus kawasan Pasuruan potensi banjir disebabkan meluapnya sungai Welang yang masih menjadi bagian dari kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas.

Demikian halnya di Madura. Sejumlah daerah di Kabupaten Sampang menjadi langganan banjir akibat luapan Sungai Kemuning.

Selain banjir, bencana hidrometeorologi lain yang berpotensi terjadi di sejumlah daerah di Jatim ialah tanah longsor. Ada sejumlah daerah yang telah terpetakan rawan bencana longsor di Jawa Timur.

Di antaranya Jombang, Ponorogo, Kediri, Banyuwangi, Jember, Lumajang, Probolinggo, Pasuruan, Malang, Batu, serta Pacitan. Daerah itu rawan karena terdapat pegunungan serta bukit yang berpotensi longsor saat musim hujan.

Pada kesempatan sebelumnya, meski Khofifah meminta masyarakat waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi ini, Mantan Menteri Sosial itu mengajak masyarakat untuk tetap tenang serta tidak panik. (den/ang)

Sumber »

- Advertisement -
Terkini
- Advertisement -
Related news
- Advertisement -