/*
*/
Kamis, 25 Februari 2021
27 C
Sidoarjo
Kamis, 25 Februari 2021
Jatim PT Garam (Persero) Masih Berupaya Menstabilkan Harga Garam

PT Garam (Persero) Masih Berupaya Menstabilkan Harga Garam

SUMENEP – PT Garam (Persero) masih berupaya untuk menstabilkan anjloknya harga garam. Salah satun penyebab anjloknya harga garam karena pemerintah terlalu banyak menyetok garam impor yang lebih murah serta kualitasnya bagu.

Direktur Utama PT Garam (Persero) mengatakan, soal harga garam anjlok tidak hanya petani saja yang marah, PT Garampun juga memikirkan ini. Pesaing kita itu malah lebih mampu menciptakan garam yang lebih murah serta tentunya berkualitas serta itu sudah fakta yang ada.

“Pembeda garam Madura dibandingkan garam impor ialah iklim Madura sendiri yang menyebabkan kualitas garam kita kalah,” ujar Dirut PT Garam (Persero) menjadi pemateri Seminar serta Lokakarya Nasional Bersama Himpunan Masyarakat Produsen Garam Indonesia, seperti dikutip petisi.co, PortalSidoarjo.com mengutip dari siberindo.co, Kamis (22/10/2020).

Baca juga :  Sering Terjadi Kasus Mafia Tanah, Polda Jatim Buka Hotline Pengaduan Berikut Nomor Telfonnya

Kendati demikian, pihaknya berjanji akan mencari langkah untuk membangkitkan yang menjadi keterpurukan dalam kondisi pegaraman saat ini yang semakin memprihatinkan nasib petani garam.

“Sebagai langkahnya, kita di internal PT Garam ialah bagaimana bisa menyiasati ini, harga pasar yang kemudian bisa kita jangkau dengan iklim Madura serta kualitas garam itu sendiri,” jelas Achmad Ardiyanto.

Termasuk juga, pembenahan diri di tubuh PT Garam (Persero). Karena dipaparkan dirut baru itu, kalau PT Garam bisa membenahi diri, maka bisa menolong petani garam serta sebaliknya.

“Tentu keberadaan kantor PT Garam di Sumenep bisa memberikan manfaat bagi masyarakat. Kami tentu butuh dukungan juga dari pemerintah setempat,” lanjut dia.

Baca juga :  Polisi Banyuwangi Sita 10 Motor serta 5 Jago Saat Lakukan Gerebek Judi Sabung Ayam

Lebih lanjut Achmad Ardiyanto, menjelaskan, kalau terkait adanya penurunan serta kenaikan harga garam itu tergantung dari keadaan pasar. Bukan dari PT Garam maupun pemerintah yang menentukan.

“Yang menentukan harga garam itu bukan pemerintah, bukan PT Garam, tapi pasar. Nah, yang impor itu malahan murah,” jelas Dirut PT Garam (Persero).

Sisi lainnya, pihaknya juga menyampaikan, untuk diketahui, bahwa PT Garam Persero saat ini bersama Pemerintah Kabupaten Sumenep, telah melakukan MoU dalam pembuatan museum garam.

“Pemkab berkeinginan untuk membuat museum garam. Kami sudah melakukan MoU, tinggal kita melakukan kajian,” terang Achmad Ardiyanto, seraya menyebutkan, tapi kajiannya hingga saat ini masih terpuruk dengan anjloknya harga garam saat ini,” pungkas dirut menerangkan. (ily/petisi.co)

Sumber »

Komentar

Konten Terbaru