Sabtu, 15 Mei 2021
32 C
Sidoarjo
Sabtu, 15 Mei 2021

Warganet Posting Ada Janda Tinggal di Rumah Penuh Sampah, Walikota Pastikan serta Akan Bagun Rumah

- Advertisement -
- Advertisement -

Kediri —Walikota Kediri, Abdullah Abu Bakar membaca info yang diunggah oleh akun @infokediriraya pada Rabu (21/10) sekitar pukul 20.00 WIB. Akun ini menuliskan bahwa ada warga Kota Kediri yang sakit-sakitan tinggal di rumah penuh sampah. Lokasinya berada di Kelurahan Bandar Kidul. Merespon hal tersebut Walikota Kediri bersama OPD terkait mendatangi alamat rumah yang dimaksudkan, Kamis (22/10).

“Saya mendapatkan info dari media sosial, lalu tadi malam saya langsung koordinasi dengan Dinsos serta Perkim untuk menindaklanjuti. Alhamdulillah, hari ini sudah ditindaklanjuti serta akan kita bangun rumahnya. Saya menyampaikan terima kasih pada peran serta warga Kota Kediri, termasuk warganet untuk melaporkan pada kami sehingga kami bisa merespon dengan cepat,” kata Abdullah Abu Bakar yang datang menemui warga yang dimaksud, Kamis (22/10).

Warganet Posting Ada Janda Tinggal di Rumah Penuh Sampah Walikota

Warga tersebut ialah Sumirah (perempuan, 78 tahun) yang tinggal bersama anak laki-lakinya Sugeng Triyono (38 tahun) di rumahnya. Rumah tersebut bersertifikat atas nama suami Sumirah yang sudah meninggal. Mendiang suaminya ialah ASN yang meninggalkan uang pensiun untuk kehidupan Sumirah hingga saat ini. Hanya uang tersebut kerap dihabiskan oleh Sugeng sehingga Sumirah tak bisa mencukupi kehidupannya dari uang pensiun almarhum suaminya.

Sumirah memiliki 3 anak yaitu SRi Wilujeng (42tahun), SRi Harnanik (41 tahun), serta terakhir Sugeng Triyono yang tinggal bersamanya. Permasalahan timbul ketika Sugeng Triyono serta Sri Harnanik termasuk Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Sri Harnanik pergi dari rumah hingga sampai saat ini belum ditemukan. Sedangkan SW terpaksa meninggalkan rumahnya, serta tidur di gubuk seng karena terjadi perselisihan dengan Sugeng Triyono.

“Sugeng Triyono serta Sri Wilujeng ini ODGJ juga. Mereka kalau ditanyai kadang nyambung kadang tidak. Sugeng Triyono kadang kasar, tapi kadang juga baik,” kata Yayuk Supriyati, pendamping ODGJ wilayah Mojoroto yang aktif mendatangi keluarga ini. Selain itu, menurut Yayuk, Sumirah mulai pikun.

Menurut Yayuk, warga sekitar sudah memberi perhatian namun kadang-kadang Sugeng Triyono kasar, baik terhadap warga maupun terhadap ibunya. Namun warga masih tetap memberikan makanan serta kadang-kadang juga ikut membantu membersihkan rumah meski lebih sering ditolak oleh Sugeng Triyono.

“Tahun 2014 sudah ada yang mau memperbaiki rumahnya, tapi Sugeng Triyono menolak serta ngamuk,” tambah Yayuk. Pada saat jajaran Pemkot Kediri mendatangi rumah Sumirah, kondisi rumahnya sangat kotor serta penuh sampah serta tidak layak huni. Tidak ada kamar mandi.

Dinsos berkoordinasi dengan Puskesmas Campurejo serta Dinas Permukiman Kota Kediri untuk menindaklanjuti.

“Sebenarnya keluarga ini sudah dapat Program Keluarga Harapan (PKH) tiap bulan, juga ada bantuan beras 3 bulan terakhir. Meski sebetulnya pensiunan tidak boleh. Tapi atas pertimbangan kondisi seperti ini, maka PKH tetap diberikan,” kata Triyono Kutut, Kepala Dinas Sosial Kota Kediri.

Dinsos berkoordinasi dengan Dinas Perkim akan membangun rumah tersebut secara total. Sementara itu, untuk memberi bantuan pada tahap awal, Sri Wilujeng dipindahkan ke Barak Penampungan Dinas Sosial di Semampir agar mendapatkan tempat yang layak. Sedangkan Sumirah serta Sugeng Triyono tetap tinggal di rumahnya sambil menunggu proses bedah rumah.

“Kalau nanti rumah sedang dibangun, Sumirah serta Sugeng Triyono akan kami pindahkan ke barak dulu. Sementara ini, kami akan bersihkan rumahnya serta kami kirim tempat tidur dulu,” tambah Kutut.

Setelah kunjungan, Sri Wilujeng dipindahkan ke barak sambil menunggu pemeriksaan lebih lanjut. Bila memang ODGJ akan dipindahkan ke RSJ Lawang, Jawa Timur. Demikian juga dengan Sugeng Triyono.

“Syarat untuk masuk ke RSJ bila orang tersebut berpotensi mencelakai orang lain atau punya potensi mencelakai diri sendiri sampai ada upaya bunuh diri. Jika tidak ada, tidak bisa memasukkan ke RSJ,” kata dr. Tricia Isabella, dokter Puskesmas Campurejo yang juga memantau kondisi Sugeng Triyono selama ini.(Pen)

Sumber »

- Advertisement -
Terkini
- Advertisement -
Related news
- Advertisement -