Sabtu, 15 Mei 2021
32 C
Sidoarjo
Sabtu, 15 Mei 2021

Jubir Presiden: Libur Panjang serta Cuti Bersama Jangan Berdampak Pada Kenaikan Kasus Covid-19

- Advertisement -
- Advertisement -

Fadjroel Rahman Juru Bicara Kepresidenan, meneruskan pernyataan Joko Widodo Presiden, pada rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Senin (19/10/2020) tentang libur panjang serta cuti bersama pekan depan, yaitu pada 28 Oktober sampai 1 November 2020.

Fadjroel bilang, Indonesia punya pengalaman kenaikan jumlah positif Covid-19 yang cukup tinggi pada momen libur panjang serta cuti bersama satu setengah bulan lalu.

“Pada rapat terbatas tanggal 19 oktober Presiden menyampaikan pada publik. Beliau bilang kita memiliki pengalaman (libur panjang serta cuti bersama) satu setengah bulan yang lalu. Setelah itu terjadi kenaikan yang agak tinggi, oleh sebab itu perlu kita bicarakan agar kegiatan libur panjang serta cuti bersama ini jangan sampai berdampak pada kenaikan kasus Covid-19,” kata Fadjroel saat mengudara di Radio Suara Surabaya, Rabu (21/10/2020).

Menurut Fadjroel, Presiden terus menerus memberikan perhatian pada masyarakat agar berhati-hati serta menerapkan 3M sepanjang belum melakukan vaksinasi. Terlebih pada momen libur panjang, di mana terdapat potensi penumpukan massa. Dijelaskan oleh Fadjroel, Presiden sudah menginstruksikan pada kepala daerah serta segala pihak terkait upaya pendisiplinan 3M untuk berjaga-jaga serta berhati-hati.

“Kita sudah mencapai angka kesembuhan yang lumayan. Rata-rata kesembuhan sudah 78,88 persen itu sudah lebihtinggi dari pada kesembuhan dunia yang 74,67 persen. Presiden terus mengingkatkan agar kita jangan gegabah, karena yang namanya Covid-19 ialah penyakit yang mematikan walaupun kekuatan tenaga medis kita sudah sangat membaik dalam menangani Covid-19,” imbuhnya.

Pernyataan ini disampaikan oleh Jokowi, tepat satu hari sebelum satu tahun Indonesia berada di bawah kepemimpinan Jokowi-Ma’ruf.

Tim Satgas sedang mempersiapkan semua pihak agar betul-betul menerapkan 3M serta penegakan hukum serta sanksi.

“Karena sudah ditegaskan oleh presiden bahwa kita tidak akan main-main, tidak akan tanggung-tanggaung dalam mengawal masyarakat dalam menghadapi Covid-19. Kalau dulu bentuknya hanya berupa imbauan, sekarang sudah dalam bentuk penegakan hukum serta sanksi yang akan dikenakan pada para pihak yang dianggap mengabaikan disiplin 3M. Terutama dalam masa libur, menjaga jarak serta mengurangi kerumunan itu,” ucap Fadjroel. (dfn/ipg)

Sumber »

- Advertisement -
Terkini
- Advertisement -
Related news
- Advertisement -