Jumat, 14 Mei 2021
31 C
Sidoarjo
Jumat, 14 Mei 2021

WHO: Eropa serta Amerika Utara Harus Belajar dari Asia Tentang Penanganan Covid-19

- Advertisement -
- Advertisement -

Pakar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), mengatakan Eropa serta Amerika Utara harus belajar dari negara-negara Asia dalam mempertahankan langkah anti-Covid serta mengkarantina seseorang, yang melakukan kontak dengan pasien Covid-19.

Kawasan Eropa yang dipantau WHO, yang mencakup Rusia, melaporkan hingga 8.500 kematian dalam sepekan terakhir, serta sebagian negara mengalami lonjakan kasus 50 persen, kata Mike Ryan Pakar Kedaruratan WHO, saat konferensi pers, seperti dilansir Antara, Selasa (20/10/2020).

Dalam beberapa bulan belakangan otoritas di Australia, China, Jepang serta Korea Selatan berhasil mengurangi penyebaran virus dengan menemukan kasus, mengisolasi serta mengkarantina kontaknya, kata Ryan.

Penduduk mereka menunjukkan tingkat kepercayaan yang lebih tinggi terhadap pemerintah, yang terus mempertahankan langkah pencegahan Covid-19.

“Dengan kata lain, mereka berlari melewati garis finis serta seterusnya, mereka masih berlari sebab mereka tahu bahwa pertandingan belum berakhir, bahwa garis finish itu salah. Begitu banyak negara yang menempatkan garis finis khayalan serta ketika mereka melewati ini mungkin mereka telah mengurangi kecepatan beberapa kegiatan mereka,” kata Ryan.

“Negara-negara di Asia, Asia Selatan, Pasifik Barat yang menurut saya berhasil, benar-benar meneruskan kegiatan inti tersebut,” tambahnya.

Sementara Tedros Adhanom Ghebreyesus Dirjen WHO, mendesak otoritas agar bertahan dalam perang melawan virus corona, yang telah menginfeksi 40 juta orang lebih serta menelan lebih dari 1 juta korban jiwa lainnya secara global, menurut hitungan terkini Reuters.

“Saya paham ada kelelahan, namun virus telah memperlihatkan bahwa begitu kita lengah, maka virus dapat muncul kembali dengan kecepatan yang sangat tinggi serta mengancam rumah sakit serta sistem kesehatan,” kata Tedros. (ant/dfn/iss)

Sumber »

- Advertisement -
Terkini
- Advertisement -
Related news
- Advertisement -