Rabu, 21 Oktober 2020
32.1 C
Sidoarjo
Rabu, 21 Oktober 2020

AS Akan Hukum Mati Perempuan Pertama dalam Tujuh Dekade

Departemen Kehakiman Amerika Serikat mengatakan pada Jumat (16/10/2020) telah menjalankan eksekusi federal terhadap seorang perempuan yang pertama dalam hampir 70 tahun terakhir, menunjuk tanggal 8 Desember untuk menghukum mati Lisa Montgomery, yang dipidana untuk pembunuhan tahun 2004.

Montgomery, yang didakwa bersalah atas pencekikan seorang ibu hamil di Missouri, akan dieksekusi dengan suntikan mati di Penjara AS Terre Haute, Indiana, kata departemen tersebut dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Antara.

Perempuan terakhir yang dieksekusi oleh pemerintah AS ialah Bonnie Heady, yang dihukum mati di dalam ruangan gas di Missouri pada tahun 1953, menurut Pusat Informasi Hukuman Mati.

Departemen kehakiman, pada Jumat, juga menjadwalkan eksekusi pada tanggal 10 Desember atas Brandon Bernard, yang membunuh dua orang pendeta muda pada tahun 1999 bersama komplotannya.

Baca juga :  Kehilangan Bulek, Ditemukan Setelah Mengudara di Radio SS

Kedua eksekusi tersebut akan menjadi yang ke-delapan serta sembilan yang dilakukan oleh pemerintah federal pada tahun 2020.

Administrasi Presiden Donald Trump mengakhiri hiatus informal selama 17 tahun dalam eksekusi federal pada bulan Juli, setelah mengumumkan bahwa Biro Kepenjaraan beralih ke protokol obat tunggal baru untuk suntikan mati, dari kombinasi tiga obat yang terakhir digunakan pada tahun 2003.

Protokol baru itu menghidupkan kembali tantangan hukum jangka panjang untuk suntikan mematikan. Pada bulan Agustus, seorang hakim federal di Washington, D.C. memutuskan bahwa Departemen Kehakiman melanggar Undang-Undang Makanan, Obat, serta Kosmetik karena tidak meminta resep dokter untuk memberikan barbiturat yang diatur secara ketat.

Baca juga :  Pajak Kendaraan Belum Dibayar, Polisi Bisa Menilang

Namun, pengadilan banding menyatakan bahwa pelanggaran itu sendiri tidak berarti “kerugian yang tidak dapat diperbaiki” serta mengizinkan eksekusi federal untuk dilanjutkan.

Pada tahun 2007, Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Barat Missouri menghukum Montgomery dengan hukuman mati setelah mendakwanya bersalah atas penculikan federal yang mengakibatkan kematian.

Kelley Henry, pengacara Montgomery mengatakan bahwa kliennya berhak untuk hidup karena dia memiliki gangguan mental serta mengalami penyiksaan pada masa kecilnya.

“Lisa Montgomery telah lama menerima tanggung jawab penuh atas tindakan kriminalnya, dian dia tidak akan pernah meninggalkan penjara,” kata Henry dalam sebuah pernyataan.

“Namun penyakit mental akut serta dampak trauma masa kecil yang menyedihkan membuat hukuman mati terhadapnya sebuah ketidakadilan yang mendalam.”

Baca juga :  MUI Keluarkan Taujihat: Salat Jumat Dua Gelombang Tidak Tepat di Indonesia

Adapun kuasa hukum Bernard, Robert Owen, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pemerintah federal menyesatkan juri di Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Barat Texas, yang pada tahun 2000 memutuskan Bernard bersalah atas pembunuhan. Keputusan itu dinodai oleh kesaksian palsu, kata Owen.

“Bukti ini menegaskan bahwa Bernard bukanlah salah satu pelaku ‘terburuk dari yang terburuk’ yang kami beri hukuman mati, serta bahwa menyelamatkan nyawanya tidak akan menimbulkan risiko bagi siapa pun,” kata Owen. (ant/dfn)

Sumber »

Komentar

Terkini

Hudiyono
Hudiyono

Jangan Lewatkan

Dewan Pengawas KPK Tolak Pemberian Fasilitas Mobil Dinas

Tumpak Hatorangan Panggabean Ketua Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (Dewas KPK) menyatakan pihaknya menolak pemberian fasilitas mobil dinas.“Kami dari dewas tidak pernah mengusulkan diadakan...