Rabu, 21 Oktober 2020
32.1 C
Sidoarjo
Rabu, 21 Oktober 2020

Muhdlor Ali Termuda di Jatim, di Indonesia Mudhasir Ghani

coblosOpini: Catur Divanes

INGIN tahu siapa calon bupati termuda atau walikota termuda?.  Ahmad Muhdlor Ali mencatatkan namanya sebagai calon termuda di Jawa Timur. Gus Muhdlor (28) tahun menggeser predikat yang sebelumnya disandang calon bupati Trenggalek Moch. Nur Arifin (Gus Ipin). Sedangkan calon bupati termuda se Indonesia adalah Mudassir Hasri Gani, calon bupati  Kabupaten Barru; Sulawesi Selatan.

Wow. Generasi milieal ditampilkan di arena Pilkada Sidoarjo 2020. Pakar Komunikasi Ishadi SK pernah mengatakan kaum milenial sudah saatnya diperhitungkan. Bila bercermin pada Pilpres 2019, jumlah pemilih usia 20 -37 dan memiliki hak pilih tercatat di  KPU RI sekitar 146.450.861. Artinya kaum melenial memiliki kekuatan lebih dari 50 % suara pemilih Pileg dan  Pilpres.  Bagaimana dengan Sidoarjo? Potensi pemilik suara berbasis milenial dalam  Catatan BPS Sidoarjo 2016  sekitar 67.187 orang.

Potret keberhasilan generasi milenial, bisa dilhat dari kinerja Mochamad Nur Arifin. Gus Ipin dilantik sebagai wakil bupati Trenggalek mendampingi Emil Dardak saat masih 25 tahun. Setahun kemudian (26 tahun) dilantik menggantikan Kang Emil yang terpilih sebagai wakil Gubernur Jawa Timur. Prestasi dan kemampuan berinovasi membuat DPP PDI mempercayai inchumbent yang genap 30 tahun maju ke arena Pilkada.

Baca juga :  Tinggalkan PKB, Relawan Sahabat Mas Iin Berpaling ke Kelana

Gelar sebagai calon bupati termuda pun disematkan kepada Gus Muhdlor Ali. Predikat ini sandang setelah 6 september 2020, Direktur Pendidikan Yayasan Bumi Shalawat Progresif itu memperoleh rekomendasi dari DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Putra pengasuh Pondok Pesantren Bumi Solawat KH Agoes Ali Masyhuri itu lahir di Sidoarjo 11 Februari 1991 dan menduduki rangking kedua termuda se Indonesia.

Lalu siapakah calon bupati termuda se Indonesia? Dia adalah Mudassir Hasri Gani. Tenaga Ahli Kementerian Sosial RI itu menerima rekomendasi  dari  DPP PKB dan PPP di usia 27 tahun. Sarjana psikologi Universitas Negeri Makassar dan mantan  pengajar di Jakarta Intensive Learning Center Jakarta (2012-2015) itu, lahir 17 April 1993. Mudassir Gani akan tampil di  Pilkada Barru 2020; salah satu Daerah Tingkat II di provinsi Sulawesi Selatan. Kabupaten ini  berpenduduk sebanyak 174.323 jiwa

Baca juga :  Euforia Meledak Tanpa Petahana

Sedangkan calon walikota termuda adalah Gibran Rakabuming Raka. Saat memasuki arena Pilkada di Solo, pengusaha katering Chili dan Martabak Markobar itu berusia 32 tahun. Putra  Joko Widodo itu lahir 1 Oktober 1987. Di kontes pemilihan Walikota Solo  2020, Gibran berhak menyandang sebutan kontestan termuda.

 

Rivalitas?

Rivalitas PKB dan PDIP tampaknya terus bergulir. Saling intip dan kewaspadaan siapa yang akan diturunkan di arena Pilkada tak pernah kendor. Sekedar pemikiran atau dugaan; namun jangan dijadikan ‘bekal’ mengembangkan prediksi apa pun.  PDI – P melepas rekomendasi 1 september 2020 dan PKB mengibarkan kepastian calon bupati 6 September 2020. Ketika DPP PDI-P menunjuk Kelana Aprilianto; PKB tiada terduga  memberangkatkan Ahmad Muhdlor Ali. Mengapa ini bisa terjadi? Tak ada yang tahu. Begitulah dunia politik, terlalu rumit dilogikan namun tetap menarik diikuti.

Baca juga :  Pengundian Nomor Urut Pilkada Sidoarjo Hanya Diikuti 2 Paslon

Sekedar informasi, Mudassir Hasri Ghani dan Gus Muhdlor sama-sama berkendaraan PKB. Bedanya, saat memberangkatkan Mudhasir, PKB berkoalisi dengan  PPP;  sedangkan PKB Sidoarjo mengusung Gus Muhdlor tanpa koalisi.  Di arena Pilkada Kabupaten Barru 2020, putra Sekretaris Provinsi Sulsel, Abdu Hayat Gani  itu harus bersaing dengan politis ’kenyang pengalaman Malkan Amin bersama incumbent H Suardi Saleh. Sedangkan di Sidoarjo, Gus Muhdlor akan bersaing dengan politisi senior Hanura yang diberangkatkan PDIP Kelana Aprilianto dan Bambang Haryo S, politisi senior mantan anggota DPR-R yang didukung koalisi besar yang di motori Golkar, Gerindra, PKS, Demokrat dan PPP .

Catatan lain, mungkin menarik direnungkan. PKB masih konsisten dengan kader muda dan putra daerah; sedangkan PDI-P tetap merupakan partai terbuka; bisa memberangkatkan siapa pun kader yang dianggap mampu dan berpotensi menjalankan amanah partai. Begitu pula Golkar sebagai inisiator koalisi besar. (Penulis Buku di Sidoarjo)

 

Komentar

Terkini

Hudiyono
Hudiyono

Jangan Lewatkan