/*
*/
Kamis, 25 Februari 2021
25 C
Sidoarjo
Kamis, 25 Februari 2021
Jatim New Normal, Pemprov Jatim Gaet Calon Wisatawan Domestik

New Normal, Pemprov Jatim Gaet Calon Wisatawan Domestik

Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur mengatakan, tatanan normal baru (new normal) memberi harapan bangkit industri pariwisata Jatim setelah terpuruk akibat pandemi Covid-19.

Selama fase normal baru ini, Jatim akan lebih agresif menggaet wisatawan domestik untuk memulihkan pariwisata, terutama di kawasan Kawah Ijen serta Kawasan Bromo Tenger Semeru (BTS).

“PR kita ialah menarik sebanyak-banyaknya turis domestik namun dengan sejumlah persyaratan ketat. Karena jangan sampai ini menimbulkan persoalan baru,” kata Khofifah di Gedung Negara Grahadi.

Khofifah menyebut selama pandemi terjadi penurunan drastis terhadap angka kunjungan wisata di Jatim. Jumlah wisman ke Jatim turun dari 17.047 kunjungan pada Juni 2019 menjadi 0 kunjungan pada Juni 2020.

Baca juga :  Denda Pelanggar serta Pelaku Usaha senilai Rp 724 Juta Setelah Sebulan PPKM di Surabaya

Sementara pergerakan jumlah wisatawan domestik, sampai Juni 2020 turun mencapai 79 persen dibandingkan Juni 2019. Tahun lalu, jumlahnya 44,4 juta orang, tahun ini jumlahnya anjlok jadi 9,4 juta saja.

“Sektor pariwisata menjadi salah satu sektor yang sangat terdampak. Tidak cuma tempat wisatanya saja, instrumen pendukungnya juga. Hotel, oleh-oleh, pelaku UMKM, transportasi wisata, juga lainnya,” katanya.

Khofifah bilang, Jatim saat ini memasuki transisi normal baru. Beberapa destinasi wisata sudah mulai beroperasi meski jumlah pengunjung dibatasi hanya berkisar 10-20 persen dari kapasitas maksimum.

Objek wisata yang kembali beroperasi, kata dia, wajib menerapkan protokol kesehatan atau tata cara pencegahan Covid-19. Pemprov terus berupaya meyakinkan publik penanganan ini dilakukan dengan baik.

Baca juga :  Disperindag Surabaya Sebut Faktor Cuaca, Harga Cabai di Pasaran Pedas Sekali

“Kami berharap kuartal ketiga 2020 pandemi ini bisa teratasi seluruhnya sehingga promosi wisata bisa kembali dilakukan serta angka kunjungan wisata bisa meningkat,” tuturnya.

Khofifah menambahkan, Pemprov Jatim tidak mematok target tertentu terhadap angka kunjungan wisata. Menurutnya, yang terpenting sekarang pemulihan ekonomi masyarakat dengan tertib protokol kesehatan.

Sementara itu, Sinarta Kepala Dinas Pariwisata serta Kebudayaan Jatim bilang, ada beberapa derah di Jatim yang menyatakan kesiapan membuka tempat wisata setelah tutup sejak pandemi.

Di antara yang menyatakan siap ialah Kabupaten Banyuwangi, Kota Batu, Kabupaten Pacitan, serta Blitar. “Dari hasil koordinasi dengan kabupaten/kota, sekarang sudah ada 111 daya tarik wisata yang buka,” katanya.

Baca juga :  Penyuluh Agama Islam Didampingi Muspika Adakan Sosialisasi Prokes 5 M

“Kami berharap, dengan dibukanya objek-objek wisata di Jatim, ekonomi masyarakat dapat bisa segera pulih. Tetapi protokol kesehatan ini memang jadi kewajiban pokok,” kata Sinarta.(den)

Sumber »

Komentar

Konten Terbaru