/*
*/
Kamis, 25 Februari 2021
25 C
Sidoarjo
Kamis, 25 Februari 2021
Jatim Pemprov: Hampir 600 Ribu Warga Jatim Sudah Rapid Test

Pemprov: Hampir 600 Ribu Warga Jatim Sudah Rapid Test

Pemerintah Provinsi mengklaim, sebanyak 598.065 warga di berbagai daerah sudah mengikuti rapid test massal, sampai Jumat (17/7/2020) kemarin, sebagai upaya 3T penanggulangan Covid-19 di Jatim.

Upaya testing, tracing, serta treatment (3T) andalan Pemprov serta Gugus Tugas Covid-19 Jatim untuk melacak warganya yang terjangkit virus SARS-CoV-2, menanganinya, serta memutus rantai penularannya.

Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim mengatakan, masifnya tes cepat ini sejalan arahan Joko Widodo Presiden untuk memperbanyak testing, tracing, serta treatment di Provinsi Jatim.

Gubernur Perempuan pertama Jatim itu juga mengklaim, sejauh ini, Jawa Timur masih menjadi provinsi tertinggi secara nasional yang sudah melakukan tes cepat massal terhadap warganya.

“Alhamdulillah kami terus memperbanyak warga yang mengikuti tes Covid-19. Kami menyasar PDP serta OTG, juga mereka yang suspect serta kontak erat, karena persentase OTG ini terus meningkat,” kata Khofifah.

Baca juga :  Pak Lutfi : Jangan Takut Disuntik Bu Dokter

Rapid test juga dilakukan terhadap orang di dalam lingkaran klaster yang baru ditemukan serta hasil tracing secara terintegrasi antara Dinkes Provinsi serta Dinkes Kabupaten/Kota, serta Tim Covid-19 Hunter.

Adapun untuk jumlah spesimen swab warga Jatim yang sudah diambil serta diuji dengan metode polymerase chain reaction (PCR), berdasarkan data Pemprov, mencapai 96.936 spesimen.

Proporsi kumulatif spesimen Jatim mencapai 2.348 per 1 juta penduduk. Hal itu sebagaimana data yang disampaikan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim.

“Sampai sekarang kita sudah punya 27 laboratorium pemeriksa PCR. Jumlahnya terus meningkat karena sebelumnya hanya 11 titik lab. Selain itu kita juga ada 17 laboratorium pakai TCM,” katanya.

Baca juga :  Seluruh Kabupaten/Kota di Jawa Timur Berubah Oranye, Bebas Zona Merah

“Hari ini kita juga baru saja meluncurkan mobile molecular laboratory yang akan  mempercepat serta perluasan tes swab PCR  bagi yang suspect maupun kontak erat,” kata Khofifah.

Khusus mobile molecular laboratory yang baru diluncurkan, kapasitasnya mencapai 300 spesimen dalam sehari. Dengan demikian dapat membantu percepatan uji spesimen di Jawa Timur.

Dengan jumlah laboratorium untuk tes yang kian meningkat juga tes yang kian masif, itu mempercepat tes spesimen serta hasilnya cepat diketahui. Otomatis, penanganan bisa segera dilaksanakan.

Menurut Khofifah, dengan tes yang kian masif, jumlah kasus yang ditemukan tentu semakin bertambah. Namun hal itu juga dibarengi penyiapan sistem kuratif serta penanganannya.

Jatim sekarang punya one gate referral system atau sistem rujukan utama untuk pelayanan kuratif. Ada 127 rumah sakit rujukan Covid-19 yang rencananya terintegrasi di sistem ini.

Baca juga :  Dua DPO Pelaku Curas Tumbang di Bekuk Team Resmob Polresta Malang

Di tahap awal ini, sudah ada 31 rumah sakit di Surabaya Raya yang terintergrasi. “Evakuasi cepat, penanganan juga cepat serta tepat, otomatis mempercepat kesembuhan,” kata Khofifah.(den)

Sumber »

Komentar

Konten Terbaru