/*
*/
Kamis, 25 Februari 2021
25 C
Sidoarjo
Kamis, 25 Februari 2021
Jatim Perjalanan Kereta Api ke Jakarta, Kini Tak Perlu SIKM Lagi

Perjalanan Kereta Api ke Jakarta, Kini Tak Perlu SIKM Lagi

Perjalanan darat menggunakan kereta api ke Jakarta, sekarang tidak perlu Surat Izin Keluar masuk (SIKM) lagi. Ini dikatakan Supraprto Manager Humas PT KAI Daop 8 Surabaya. Keputusan KAI ini, menindaklanjuti ditiadakannya syarat Surat Izin Keluar masuk (SIKM) oleh Pemprov DKI Jakarta per Selasa (14/7/2020) lalu.

Saat ini, syarat SIKM digantikan dengan mengisi Corona Likelihood Metric (CLM) pada aplikasi JAKI yang dapat diunduh di Google Play Store serta Apple App Store. Masyarakat diminta jujur mengenai kondisinya dalam mengisi CLM.

Meski begitu, masyarakat yang ingin menggunakan KA Jarak Jauh pada masa Adaptasi Kebiasaan Baru harus tetap mematuhi protokol kesehatan. Diantaranya, tetap diminta untuk menunjukkan Surat Bebas Covid-19 (Tes PCR/Rapid Test) yang masih berlaku (14 hari sejak diterbitkan) atau surat keterangan bebas gejala seperti influenza (influenza-like illness) yang dikeluarkan oleh dokter Rumah Sakit/Puskesmas bagi daerah yang tidak memiliki fasilitas Tes PCR atau Rapid Test. Selain itu, juga harus menginstal serta mengaktifkan aplikasi Peduli Lindungi.

Baca juga :  Humas Forsa Hebat Sampang Ucapkan Selamat, Atas Terbentuknya Forsa Sahabat

“Diharapkan dengan perubahan syarat tersebut, dapat meningkatkan minat masyarakat untuk naik kereta api dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” kata Suprapto.

Saat ini, sampai akhir Bulan Juli nanti, di wilayah PT KAI Daop 8 Surabaya terdapat 4 perjalanan KA Jarak jauh yang menuju Jakarta, diantaranya :
1.KA Turangga relasi Surabaya Gubeng – Bandung – Gambir / pp.
2. KA Kertajaya relasi Surabaya Pasar turi – Pasar senen/pp.
3.KA Bima relasi Malang – Surabaya Gubeng – Gambir/pp.
4.KA Sembrani relasi Surabaya Pasar Turi -Gambir/pp.

 

Jumlah penumpang KA yang naik di wilayah PT KAI Daop 8 Surabaya selama 6 hari operasi dengan menggunakan 4 perjalanan KA menuju Jakarta tersebut , sejak tanggal 3 s/d 12 Juli 2020 (hanya beroperasi pada hari Jumat s/d Minggu), berjumlah total 1.938 penumpang.

Baca juga :  Personel TNI-Polri Dikerahkan untuk Membantu Korban yang Kebanjiran

Perjalanan Kereta Api ke Jakarta Kini Tak Perlu SIKM Lagi

Secara umum, setiap pengguna transportasi kereta api tetap diharuskan dalam kondisi sehat (tidak menderita flu, pilek, batuk, demam), suhu badan tidak lebih dari 37,3 derajat celsius, wajib menggunakan masker, menggunakan pakaian lengan panjang atau jaket, menjaga jarak, serta rutin mencuci tangan.

Pelanggan KA Jarak Jauh diharuskan mengenakan face shield yang disediakan oleh KAI selama dalam perjalanan hingga meninggalkan area stasiun target. Untuk pelanggan dengan usia di bawah 3 tahun agar menyediakan sendiri face shield pribadi.

“Protokol tersebut harus dipatuhi mulai dari keberangkatan, selama di dalam perjalanan, serta sampai di stasiun target. Tujuannya agar kereta api menjadi moda transportasi yang aman, nyaman, selamat, serta seluruh pelanggannya sehat sampai di target,” ujar Suprapto.

Baca juga :  Canangkan Gerakan Santri Bermasker, Wujudkan Jatim Bebas Covid-19

Tiket kereta api jarak jauh dijual mulai H-7 di aplikasi KAI Access, web KAI, serta mitra penjualan resmi KAI lainnya. Sedangkan untuk penjualan tiket di loket stasiun, hanya dilayani 3 jam sebelum jadwal keberangkatan. (bas/tin)

Sumber »

Komentar

Konten Terbaru