Selasa, 18 Mei 2021
31 C
Sidoarjo
Selasa, 18 Mei 2021

Sejumlah Menteri Hadiri Peletakan Batu Pertama Rumah Sakit NU Jombang

- Advertisement -
- Advertisement -

Sejumlah menteri menghadiri peletakan batu pertama pembangunan Gedung Bedah Sentral serta Rawat Inap Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) Jombang, Sabtu (4/7/2020).

Terawan Agus Putranto Menteri Kesehatan, Abdul Halim Iskandar Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal serta Transmigrasi, serta Ida Fauziyah Menteri Tenaga Kerja menghadiri kegiatan itu.

Turut mendampingi para menteri, Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur serta Mundjidah Wahab Bupati Jombang bersama sejumlah pengurus Nahdlatul Ulama.

KH. Miftachul Akhyar Rais ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), serta KH. Marzuqi Mustamar Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim juga hadir.

Pembangunan Rumah Sakit NU di Jombang itu ialah tahap kedua pembangunan, yang mana sebelumnya sudah ada beberapa ruangan seperti poli khusus serta IGD.

Badan hukum RSNU ini telah berbentuk Perseroan Terbatas (PT). Sebanyak 65 persen Kepemilikan saham PT RSNU dimiliki NU secara organisasi serta 35 persen lainnya dimiliki oleh publik.

Terawan Agus Putranto Menteri Kesehatan RI mengatakan, pembangunan RSNU ini ialah cita-cita yang sangat luhur karena tidak ada jalan lain untuk dekat di hati masyarakat serta rakyat kecil melalui pelayanan di bidang kesehatan.

“Karena itu pendirian Rumah Sakit NU ini sungguh sebuah hal yang sangat mulia serta saya yakin akan betul-betul menjadi jalan yang mulus serta tulus di depan Allah SWT,” katanya dalam keterangan resmi yang diterima PortalSidoarjo.com.

Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim berharap, keberadaan RSNU di Jombang mampu menjadi penguatan layanan kesehatan untuk bisa memberikan fokus layanan terutama di daerah Mataraman.

“Sementara ini rumah sakit rujukan utama masih berfokus di RSUD Dr. Soetomo di Surabaya serta RS Saiful Anwar di Malang. Apalagi, beban rumah sakit semakin hari semakin bertambah bila tidak ada sentra-sentra baru pelayanan kesehatan rujukan baik infra struktur maupun sumber daya manusianya ,” katanya.

Sentra-sentra pelayanan kesehatan itu, menurut Khofifah, sangat strategis. Karena diikuti klinik-klinik Pratama yang diharapkan bisa disiapkan di berbagai titik sesuai kapitasi BPJS terutama di Jombang.

“Dengan mendekatkan pelayanan kesehatan pada masyarakat, maka akan semakin meningkatkan kecepatan layanan. Makin cepat dilayani, insyaAllah tingkat kesembuhan juga semakin meningkat,” katanya.

Khofifah menyebut, peningkatan SDM di bidang tenaga kesehatan terutama teknologi kesehatan, perkembangannya luar biasa cepat.

Salah satu teknologi kesehatan yang sedang dikembangkan untuk percepatan layanan antara lain
telemedicine.

“Terkait telemedicine ini Kementerian Kesehatan menunjuk uji cobanya di RSUD Dr. Soetomo. Sehingga penting untuk membangun koneksitas serta partnership antara RSNU dengan rumah RSUD Dr. Soetomo,” katanya.

Khofifah berharap, ke depan, akan ada dokter-dokter spesialis tertentu yang
menjadi andalan RSNU, sehingga bisa memutakhirkan teknologi melalui partnership antara RSNU dengan berbagai institusi dalam serta luar negeri.

“Selain itu perlu untuk memperbanyak Kerjasama Operasional (KSO). Di mana hari ini pengadaan Alat Kesehatan atau Alkes itu mahal sekali kalau harus disiapkan oleh rumah sakit. Tapi KSO ini akan membantu bagaimana penyiapan alkes bisa lebih cepat. Apalagi ada regulasinya, bagaimana prosentase pemilik alkes dengan rumah sakit serta seterusnya,” jelasnya.

Kerja sama operasional ini, lanjutnya, sangat dimungkinkan dilakukan percepatan bila ruangannya juga semakin representatif. Seperti perlunya Klinik Hemodialisis. Di RSNU sendiri, klinik hemodialisis ini tinggal menunggu tambahan ruangan.

“Jadi kalau sudah ada pengembangan layanan-layanan tambahan, masing-masing daerah akan ketahuan klinik hemodialisis di Jombang butuhnya berapa mesin, di Mojokerto berapa. Kemudian nanti dihitung misalnya Mojokerto berapa menit dari Jombang. Jadi sama-sama memberi kecepatan layanan akan makin baik. Dengan meningkatnya tingkat kesehatan ini tentunya akan meningkatkan IPM Jatim,” katanya.(den/iss)

Sumber »

- Advertisement -
Terkini
- Advertisement -
Related news
- Advertisement -