Selasa, 18 Mei 2021
31 C
Sidoarjo
Selasa, 18 Mei 2021

Pasca-Pandemi Covid-19, Universitas Harus Menjadi Learning Organization

- Advertisement -
- Advertisement -

Universitas harus menjadi sebuah Learning Organization yang terus berevolusi dalam masa pandemi Covid-19. Itu salah satu pembahasan dalam konferensi internasional di Universitas Narotama Surabaya.

Konferensi Internasional bertajuk: Post Covid 19 Recovery in Bussiness, Entrepreneurship, Economic, Higher Education and Sustainability itu berlangsung secara daring, Sabtu (4/7/2020).

Dr. Nunuk Hariyati, M.Pd dari Universitas Negeri Surabaya satu di antara keynote speaker konferensi itu yang memaparkan penguatan universitas menjadi Learning Organization.

“Masa pandemik Covid-19 ini membentuk suatu pola sosial serta ekonomi yang baru. Suatu new normal. Semua pihak serta bidang kerja mengubah sistem mereka untuk menyesuaikan diri dengan situasi, termasuk juga dengan universitas. Universitas harus mengubah sistem pembelajaran menjadi sesuatu yang baru serta lebih fleksibel. Sehingga tidak berlebihan jika saya katakan bahwa universitas sedang menguatkan diri menjadi sebuah learning organization,” terang Nunuk Hariyati.

Learning Organization ialah sebuah tempat di mana sivitas akademikanya tidak henti belajar dari satu sama lain serta tidak ragu untuk terus mengubah sistemnya sesuai dengan keadaan yang berlangsung.

“Sehingga didapatkan hasil pemikiran yang benar-benar tepat untuk masyarakat sekitar atau pun secara global. Misalnya saja sekarang sudah semakin banyak paper yang membahas tentang situasi terkini masa pandemik Covid-19,” kata Nunuk sapaan Nunuk Hariyati.

Universitas-universitas, lanjut Nunuk sudah ada di tahap itu saat ini. Mereka tak henti berusaha mengembangkan serta mencari target mereka bagi masyarakat.

“Mereka tidak berhenti untuk membuat penelitian serta melakukan proses kreatif untuk merespon kebutuhan masyarakat. Mereka juga mau mendengar aspirasi dari luar untuk mengembangkan dirinya. Serta, jelas sekali universitas tidak menutup kesempatan bagi siapa pun untuk menuntut ilmu,” tambah Nunuk.

Sedangkan Dr. H. Nuryadi, S.Sos., MM dari STIE Pemuda Surabaya menambahkan bahwa universitas sebagai lembaga pendidikan tinggi harus bisa menerima tantangan dari masa pandemi ini untuk terus beradaptasi seiring datangnya masa depan nanti.

“Universitas harus berani membuat perubahan, harus bisa dengan mudah beradaptasi dengan sekecil apa pun perubahan yang terjadi dengan terus membuat inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar,” ujar Nuryadi.

Selain itu universitas juga harus mulai memikirkan mengenai mahasiswa mereka yang kini memiliki orientasi untuk bisa lebih cepat bekerja setelah lulus untuk mengatasi masalah ekonomi di masa pandemi.

“Oleh karena itu universitas juga harus lebih banyak bekerjasama serta berkolaborasi dengan dunia bisnis. Serta untuk menjadi bagian penting dari pemutusan mata rantai Covid-19, universitas jelas harus menguatkan platform online untuk semua hal yang berkaitan dengan perkuliahan. Sehingga mahasiswa tetap bisa produktif tanpa harus berangkat ke gedung kampus,” pungkas nuryadi, Sabtu (4/7/2020).

Konferensi berskala internasional kali ini diikuti sekurangnya 1228 partisipan dengan menggunakan aplikasi Zoom serta 2071 partisipan melalui Live Youtube. Konferensi internasional ini menghadirkan keynote speaker dari berbagai negara, diantaranya dari Mesir, Malaysia, serta Thailand, serta Indonesia.(tok/den)

Sumber »

- Advertisement -
Terkini
- Advertisement -
Related news
- Advertisement -