Selasa, 18 Mei 2021
31 C
Sidoarjo
Selasa, 18 Mei 2021

Reklamasi Ancol Gunakan Tanah Kerukan Sungai di Jakarta

- Advertisement -
- Advertisement -

Saefullah Sekretaris Daerah DKI Jakarta menjelaskan reklamasi kawasan pantai barat serta pantai timur Ancol menggunakan tanah yang diambil dari hasil pengerukan sungai di Jakarta.

“Penumpukan tanah tersebut pada akhirnya akan membentuk area baru karena proses pemadatan yang dilakukan untuk menjaga agar tanah tidak tercecer ke dasar laut secara tidak teratur,” kata Saefullah dalam rekaman video Pemprov DKI Jakarta, Jumat (3/7/2020).

Saefullah mengatakan lumpur-lumpur tersebut hasil pengerukan yang dilaksanakan di lima waduk serta 13 sungai yang ada di Jakarta. Itu juga sebagai upaya penanggulangan banjir yang perencanaannya telah ditetapkan sejak 2009, sudah ada lebih dahulu serta terpisah dari reklamasi yang akhirnya dibatalkan.

Baca juga :  Info sehat, Halo Ladies! Nih Saya Rekomendasiin Masker Payudara untuk kamu yang ingin punya Payudara Kencang ...

Menurut dia, berdasarkan laporan dari program Jakarta Emerging Dredging Initiative (JEDI) serta Jakarta Urgent Flood Mitigation Project (JUFMP), lumpur yang dihasilkan dari pengerukan sungai itu mencapai 3.441.870 meter kubik.

Lumpur yang dibuang tersebut kemudian mengeras serta menghasilkan tanah seluas 20 hektare (ha). Penumpukan tanah akhirnya membentuk area baru karena proses pemadatan.

“Area bentukan baru yang masih menempel dengan daratan Jakarta ini perlu dilakukan pengaturan pemanfaatannya agar tetap mengedepankan kepentingan publik,” tuturnya dilansir Antara.

Karena itu, Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan mengeluarkan Keputusan Gubernur Nomor 237 Tahun 2020 tentang Perluasan Eilayah Ancol dengan rincian 35 hektare bagi Dufan serta Taman Impian Ancol Timur seluas 120 hektare yang ditandatangani pada 24 Februari 2020.

Baca juga :  Info kuliner, Oke sekarang secara resmi saya buka pendafataran KELAS DIET INTENSIVE MEI Special CLEANSING aft...

Izin pelaksanaan yang diberikan, salah satunya digunakan untuk pengurusan HPL dari lahan yang sudah ada di Ancol timur.

“Selama beberapa tahun ini memang sudah terdapat kurang lebih 20 hektare ‘tanah timbul’ yang ada di Ancol timur, dihasilkan dari lumpur hasil pengerukan sungai-sungai di Jakarta,” kata Saefullah.(ant/tin/ipg)

Sumber »

- Advertisement -
Terkini
- Advertisement -
Related news
- Advertisement -