Selasa, 18 Mei 2021
31 C
Sidoarjo
Selasa, 18 Mei 2021

Presiden Mengapresiasi Kiprah ITB dalam Sejarah Bangsa

- Advertisement -
- Advertisement -

Joko Widodo Presiden, Jumat (3/7/2020), menyampaikan pidato secara virtual pada acara Sidang Terbuka Peringatan 100 Tahun Perjalanan Pendidikan Tinggi Teknik di Indonesia, yang digelar Institut Teknologi Bandung (ITB), Jawa Barat.

Dalam pidatonya, Presiden mengaku senang bisa hadir di tengah keluarga kampus yang sudah melahirkan sejumlah tokoh bangsa.

“Saya senang serta bangga bisa hadir secara virtual di tengah keluarga besar ITB, institut pendidikan teknik tertua di Indonesia. Tempat Ir. Soekarno menimba ilmu serta kepemimpinan, tempat Ir. Djuanda Kartawidjaja belajar serta membangun kecintaan pada Tanah Air, tempat Ir. B.J. Habibie, Bapak Teknologi Indonesia mengawali jejak sebagai engineer yang disegani dunia, serta banyak tokoh besar bangsa yang lainnya yang lahir dari rahim ITB,” ucap Presiden.

Menurut Jokowi, selain sebagai perguruan tinggi teknik ternama, ITB juga mengembangkan pendidikan seni, humaniora, serta kebudayaan.

Tercatat sejumlah tokoh seperti Sjafei Sumardja yang giat mengembangkan pendidikan seni, musisi legendaris Sam Bimbo, I Nyoman Nuarta yang menghasilkan karya seni yang luar biasa, hingga Iskandar Alisyahbana mantan Rektor ITB yang juga Bapak Sistem Komunikasi Satelit Indonesia.

“Semua itu menunjukkan bahwa ITB sangat mewarnai perjalanan besar sejarah Indonesia. Dari kampus ini semangat kemerdekaan digaungkan, permasalahan bangsa diselesaikan, serta kemajuan bangsa dihasilkan,” imbuhnya.

Di tengah persaingan global yang semakin kompetitif, Presiden memandang bahwa peran pendidikan tinggi harus semakin signifikan. Pendidikan tinggi harus menjadi pemandu perubahan besar, menggagas inovasi serta terobosan, serta membuat Indonesia semakin disegani dunia.

Menurut Kepala Negara, saat ini Indonesia sedang menghadapi tantangan yang besar, yaitu disrupsi serta hiperkompetisi.

Perubahan besar telah terjadi di berbagai bidang yang semakin dipercepat oleh revolusi industri jilid keempat. Persaingan antarnegara juga semakin ketat yang menuntut kecepatan, menuntut fleksibilitas, serta menuntut inovasi.

“Untuk itu, Indonesia harus digerakkan oleh semangat juang yang tinggi, dipandu oleh akhlak mulia, serta jiwa pengabdian pada bangsa serta negara, serta dibarengi oleh ilmu pengetahuan serta teknologi. Indonesia tidak boleh kalah. Kontribusi ITB ditunggu oleh seluruh anak bangsa,” jelasnya.

“Tunjukkan prestasi akademisi serta peneliti kita, tunjukkan sumber daya iptek serta inovasi karya bangsa kita pada dunia, buktikan kontribusi ITB untuk kesejahteraan rakyat serta kemajuan Indonesia tercinta,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Presiden Jokowi juga menyampaikan laporan Bank Dunia tanggal 1 Juli 2020 yang menyebut status Indonesia telah naik dari lower middle income country menjadi upper middle income country.

Hal tersebut berdasarkan gross national income per kapita Indonesia yang naik menjadi 4.050 dolar Amerika Serikat (AS) dari posisi sebelumnya 3.840 dolar AS.

“Kenaikan status ini harus kita syukuri serta kita perlakukan sebagai sebuah peluang agar negara kita Indonesia bisa terus maju, melakukan lompatan kemajuan agar kita berhasil menjadi negara berpenghasilan tinggi, serta berhasil keluar dari middle income trap,” ungkapnya.

Di akhir pidatonya, Presiden mengucapkan selamat ulang tahun seraya mengajak keluarga besar ITB untuk terus berkontribusi dalam pembangunan bangsa, menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang unggul serta andal, serta menghasilkan inovasi-inovasi yang bermanfaat bagi rakyat serta masyarakat.

“Selamat ulang tahun ke-100 ITB, Dirgahayu Institut Teknologi Bandung,” tandasnya.(rid/tin/ipg)

Sumber »

- Advertisement -
Terkini
- Advertisement -
Related news
- Advertisement -