Selasa, 18 Mei 2021
31 C
Sidoarjo
Selasa, 18 Mei 2021

Pemerintah Terus Berupaya Menekan Angka Kematian Akibat Covid-19

- Advertisement -
- Advertisement -

Muhadjir Effendy Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia serta Kebudayaan (Menko PMK) mengatakan, target utama pemerintah dalam penanganan Covid-19 sekarang ialah menekan angka kematian.

Karena, angka kematian akibat Covid-19 relatif masih meningkat seiring ditemukannya kasus-kasus positif baru di sejumlah daerah di Indonesia.

Fatality rate ini yang paling penting. Kalau bisa sedikit yang terkena, tapi kalau pun yang terkena banyak namun yang meninggal sedikit itu masih bagus. Kita akan mengejar bagaimana agar angka kematian ini betul-betul nol,” katanya saat melakukan tinjauan serta koordinasi penanganan Covid-19 di Kota Lhokseumawe, Aceh, Kamis (2/7/2020).

Menurut Muhadjir, tidak ada pilihan selain memastikan setiap daerah memiliki fasilitas pelayanan kesehatan yang memadai.

Untuk itu, pemerintah pusat sudah langsung memberikan bantuan di antaranya berupa alat tes PCR beserta perlengkapan kesehatan seperti alat pelindung diri.

Lebih lanjut, Muhadjir mengungkap banyaknya kasus kematian Covid-19 akibat penyakit bawaan yang kemudian dipicu dengan keberadaan virus tersebut.

Beberapa daerah melaporkan jenis penyakit bawaan yang perlu diwaspadai antara lain diabetes, jantung, serta tekanan darah tinggi.

Walau begitu, Menko PMK mengingatkan Covid-19 tidak hanya berisiko pada mereka yang rentan tetapi juga akan dengan mudah menyerang seseorang yang memiliki imunitas rendah.

Sehingga, menjaga daya tahan tubuh menjadi faktor yang sangat penting di samping disiplin menjalankan protokol kesehatan.

“Aceh juga merupakan daerah yang harus diwaspadai karena jendela atau pintu keluar negara paling barat ini ada di Aceh, apalagi ada Pelabuhan Terbuka Sabang. Saya harap Aceh harus tetap hijau serta tolong segera dipercepat melakukan contact tracingnya jangan sampai kita kalah cepat dengan penyebaran virusnya,” imbuhnya.

Pada kesempatan itu, Menko PMK meminta agar dilakukan tes berkala di pasar-pasar tradisional, untuk mencegah klaster baru penyebaran Covid-19.

“Pasar tradisional merupakan fondasi pertumbuhan ekonomi kita karena di situ ada 65 juta pelaku UMKM. Saya minta Pak Gubernur, Bupati, serta Wali Kota agar memastikan mereka-mereka ini jangan sampai usahanya mati karena saya yakin kalau kondisi ini bisa terus kita jaga maka kita bukan hanya akan bisa mengatasi Covid tetapi juga mengembalikan ekonomi kita menjadi lebih baik,” pungkasnya.(rid/iss)

Sumber »

- Advertisement -
Terkini
- Advertisement -
Related news
- Advertisement -