Selasa, 18 Mei 2021
31 C
Sidoarjo
Selasa, 18 Mei 2021

Pascaketentuan Baru Pemkot Surabaya, Puluhan Peserta UTBK Antre Rapid Test

- Advertisement -
- Advertisement -

Puluhan peserta UTBK mengantre di sejumlah fasilitas kesehatan pascaketentuan baru Pemkot Surabaya yang mengharuskan hasil rapid test non reaktif untuk mengikuti tes yang digelar pada 5-14 Juli mendatang.

Di RS Husada Utama, Surabaya misalnya. Puluhan peserta UTBK terlihat mengantre di halaman rumah sakit untuk mengikuti rapid test. Salsabila Aunur Rizky salah seorang peserta UTBK mengaku mengikuti rapid test setelah mendengar syarat baru tersebut, kemarin (2/7/2020).

Ia harus mengeluarkan biaya Rp175 ribu untuk biaya rapid test di RS Husada Utama. Sedangkan, biaya rapid test sendiri beragam, tergantung lokasi tes yang dipilih.

“Kayaknya sudah fix (aturan itu). Kemarin malam baru diinfoin kalau ada rapid test-nya. Jadi kayaknya sudah fix dari pemkot,” katanya pada PortalSidoarjo.com pada Jumat (3/7/2020).

Baca juga :  Info sehat, Halo Ladies! Nih Saya Rekomendasiin Masker Payudara untuk kamu yang ingin punya Payudara Kencang ...

Ia mengaku, mendapat informasi itu langsung dari akun pusat UTBK. Mereka diminta untuk membawa hasil rapid test non reaktif serta menyetorkannya pada panitia.

Sebelumnya, informasi yang diterima PortalSidoarjo.com, sejak Kamis (2/7/2020) malam, sejumlah peserta UTBK juga mendatangi sejumlah faskes di Surabaya untuk rapid test.

Di sisi lain, Achmad Solihin Ketua PPMB Unair juga mengaku, sejak kemarin sampai pagi tadi, banyak orang tua peserta serta peserta yang datang ke pusat PPMB untuk menanyakan mengenai ketentuan baru ini. Mereka mengaku bingung dengan ketentuan baru yang dikeluarkan mendadak pada Kamis (2/7/2020) tersebut.

Sedangkan, Irvan Widyanto Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya mengatakan, Pemkot akan memfasilitasi peserta Bidik Misi dari Kota Surabaya untuk rapid test gratis.

Baca juga :  Info sehat, WOW VIRAL2X OLES DALAM 7 HARI BEKAS KORENG HILANG!!LAGI PROMO 50%, AMPUH & TERPERCAYA!!PUN...

Meski begitu, ia mengaku, pemkot tidak bisa mengakomodir biaya rapid test bagi peserta non warga Surabaya, bidik misi non warga Surabaya serta peserta non bidik misi. Ia mengarahkan agar mereka melakukan test mandiri di sejumlah lab yang ada di Surabaya. (bas/iss/rst)

Sumber »

- Advertisement -
Terkini
- Advertisement -
Related news
- Advertisement -