28 C
Sidoarjo
BerandaDuniaPengetahuan & TeknologiPara ilmuwan telah berhasil membangun akselerator partikel di atas chip silikon

Para ilmuwan telah berhasil membangun akselerator partikel di atas chip silikon

Akselerator partikel seperti Large Hadron Collider (LHC) ialah instrumen yang sangat berguna – serta biasanya sangat besar – untuk mempelajari beberapa dasar-dasar fisika partikel. Tetapi sekarang para ilmuwan telah berhasil memeras satu ke chip silikon.
Para ilmuwan telah berhasil membangun akselerator partikel di atas chip
Itu tidak sekuat versi yang lebih besar, seperti yang Anda harapkan, tetapi chip akselerator partikel baru masih bisa sangat membantu bagi para peneliti yang tidak dapat mengakses pengaturan akselerator partikel raksasa.
Sementara model pertama ini hanya prototipe, tim di belakangnya berharap bahwa ini ialah langkah pertama menuju memberikan alternatif yang lebih kompak untuk akselerator partikel masif yang terkenal, termasuk LHC serta Laboratorium Akselerator Nasional SLAC.
"Akselerator terbesar seperti teleskop yang kuat," kata insinyur listrik Jelena Vuckovic, dari Universitas Stanford. "Hanya ada beberapa di dunia serta para ilmuwan harus datang ke tempat-tempat seperti SLAC untuk menggunakannya."
"Kami ingin miniatur teknologi akselerator dengan cara yang membuatnya menjadi alat penelitian yang lebih mudah diakses."
Untuk mencapai hal ini, para peneliti beralih ke gelombang laser yang jauh lebih pendek daripada akselerasi gelombang mikro konvensional yang digunakan di SLAC.
Mereka mengukir saluran skala nano dari silikon – kurang dari lebar rambut manusia – menyegelnya dalam ruang hampa, serta kemudian mendorong elektron melaluinya menggunakan pulsa cahaya inframerah (silikon tampak transparan terhadap sinar cahaya inframerah).
Para peneliti menggunakan apa yang mereka gambarkan sebagai pendekatan 'terbalik' untuk merancang akselerator partikel, pertama-tama mencari tahu berapa banyak energi cahaya yang ingin mereka berikan, serta kemudian bekerja mundur untuk menciptakan struktur skala nano yang mampu menghasilkannya.
Sementara akselerasi laser telah dicoba sebelumnya, ini ialah pertama kalinya para ilmuwan bisa mendapatkan seluruh sistem akselerator yang dibangun dalam ruang yang begitu kecil, sebagian karena algoritma komputer yang membantu dalam desain pengaturan.
bagian acc 2

(Sapra et al / Sains)

"Anda tidak hanya harus menunjukkan kemampuan untuk memasangkan sinar laser ke elektron dalam struktur yang sangat kecil ini, tetapi Anda harus menghasilkan elektron serta juga mentransmisikannya melalui saluran," kata fisikawan Robert Byer, dari Stanford University, pada Sophie Bushwick di Scientific American.
Kabar baiknya ialah bahwa ini harus mengarah pada akses yang lebih murah serta lebih mudah ke teknologi bagi para peneliti, yang kemudian dapat menerapkannya dalam berbagai skenario yang mencakup kimia, biologi serta ilmu material. Mereka yang berada di belakang penelitian menyamakannya dengan PC rumahan yang menggantikan komputer mainframe yang digunakan untuk menempati seluruh ruangan.

Sumber »

Must Read

Related News