28 C
Sidoarjo
BerandaDuniaPengetahuan & TeknologiIlmuwan Menemukan ‘Bukti’ dari Alam Semesta Lain Sebelum Yang Ini

Ilmuwan Menemukan ‘Bukti’ dari Alam Semesta Lain Sebelum Yang Ini

Ilmuwan Menemukan ‘Bukti’ dari Alam Semesta Lain Sebelum Yang Ini

"Alam semesta berikutnya bakal seperti kita – tetapi hanya dalam penampilan keseluruhan, tidak secara detail, tentu saja …"
Seorang peneliti mungkin baru saja menemukan bukti konklusif bahwa alam semesta lain ada sebelum ini. Tidak hanya itu, ia mengklaim bahwa alam semesta kita hanyalah yang terbaru dari serangkaian alam semesta yang tak terbatas.
Profesor Sir Roger Penrose berpendapat bahwa kosmos kita yang dikenal ialah yang terbaru dalam garis panjang alam semesta sebelumnya, menjawab pertanyaan tentang apa yang 'ada' sebelum Big Bang.
Menurut Profesor Sir Roger Penrose, mantan Sekolah Tinggi Profesor Hawking, alam semesta kita masih membawa bekas luka dari peristiwa pendahulu alam semesta kita, yang dihancurkan sekitar 14 miliar tahun yang lalu.
Prof Penrose, seorang peneliti dari University of Oxford, ialah salah satu ahli fisika teoretis paling terkemuka di dunia, serta ia mengklaim bukti menunjukkan bahwa alam semesta kita hanyalah yang terbaru dalam rangkaian alam semesta yang tak terbatas, masing-masing muncul seperti burung phoenix dari pendahulunya di sebuah Big Bang
Model-model ilmiah yang diterima menunjukkan bahwa alam semesta kita serta segala yang ada di dalamnya, bintang-bintang, planet-planet, serta galaksi-galaksi muncul secara tiba-tiba entah dari mana, berkat hukum-hukum aneh serta sebagian besar belum ditemukan yang mengatur dunia sub-atom.

Model inflasi kelahiran alam semesta dipuji sebagai terobosan besar ketika pertama kali diusulkan pada tahun 1970-an. Namun, semakin kita menjelajahi kosmos serta semakin banyak kita meneliti semakin teori ini menjadi usang. Sekarang, menurut model siklus alam semesta, jawaban atas pertanyaan tentang apa yang ada sebelum alam semesta kita sederhana: alam semesta lainProf Penrose serta rekan-rekannya di AS serta Polandia telah menyelidiki ide ini serta percaya mereka akhirnya menemukan tanda-tanda alam semesta yang mungkin ada sebelum kita, serta mereka mendasarkan klaim mereka pada studi radiasi yang tersisa dari Big Bang. Pertama ditemukan oleh para astronom pada pertengahan 1960-an, radiasi ini menembus seluruh ruang dalam bentuk gelombang mikro.

Namun, penelitian telah menunjukkan bahwa radiasi ini tidak menyebar secara merata di seluruh kosmos. Para astronom berpendapat bahwa ketidaksetaraan distribusi ini disebabkan oleh turbulensi yang ada ketika alam semesta kita diciptakan. Namun, Profesor Penrose serta rekan-rekannya percaya radiasi ini juga menunjukkan pola yang konsisten dengan peristiwa yang mungkin terjadi di alam semesta berbeda yang ada sebelum kita. Prof. Penrose serta timnya menyarankan bahwa pendahulu kosmik kita mungkin mengandung lubang hitam supermasif. Selama jutaan tahun yang tak terhitung jumlahnya, lubang hitam ini bakal melahap semua mater di alam semesta sebelumnya. Tak terhitung jutaan tahun setelah peristiwa ini, lubang hitam besar ini lenyap juga, dalam semburan yang disebut Radiasi Hawking.

Sumber »

Must Read

Related News