29 C
Sidoarjo
BerandaDuniaPengetahuan & TeknologiAstronom Temukan Struktur Gas Terbesar Yang Pernah Ditemukan Di Bima Sakti

Astronom Temukan Struktur Gas Terbesar Yang Pernah Ditemukan Di Bima Sakti

Para astronom telah menemukan struktur gas terbesar di Bima Sakti, yang membentang selama 9.000 tahun cahaya serta berukuran 400 tahun cahaya. Struktur ini menghubungkan pembibitan bintang sepanjang serta naik turun piringan Bima Sakti seperti gelombang, mencapai 500 tahun cahaya baik di atas maupun di bawahnya.
Astronom Temukan Struktur Gas Terbesar Yang Pernah Ditemukan Di Bima
Seperti dilaporkan di Nature, penemuan itu akhirnya mengklarifikasi ide yang berusia 150 tahun. Beberapa pembibitan bintang dalam gelombang muncul sebagai busur melintasi langit, yang disebut Sabuk Gould, serta para astronom bertanya-tanya apakah itu bagian dari cincin 3D. Jawabannya bahkan lebih mengejutkan serta juga sangat dekat dengan rumah.
"Matahari terletak hanya 500 tahun cahaya dari Wave pada titik terdekatnya. Itu tepat di depan mata kita sepanjang waktu, tetapi kita tidak bisa melihatnya sampai sekarang, "penulis utama Profesor João Alves, dari University of Vienna, mengatakan dalam sebuah pernyataan.
"Kami tidak tahu apa yang menyebabkan bentuk ini, tetapi itu bisa seperti riak di kolam, seolah-olah sesuatu yang luar biasa besar mendarat di galaksi kita. Apa yang kita ketahui ialah bahwa Matahari kita berinteraksi dengan struktur ini. Itu dilewati oleh sebuah festival supernova saat melintasi Orion 13 juta tahun yang lalu, serta dalam 13 juta tahun lainnya bakal melintasi struktur itu lagi, seperti kita like berselancar di ombak.
Penemuan ini dimungkinkan berkat pengamatan luar biasa dari observatorium Gaia Badan Antariksa Eropa, yang mengukur jarak serta kecepatan tepat lebih dari satu miliar bintang di Bima Sakti. Untuk benar-benar membuka potensi data, tim harus menggunakan pendekatan baru untuk memperbaiki jarak antara wilayah pembentuk bintang ini serta kami.
"Kami menduga mungkin ada struktur yang lebih besar yang kami tidak bisa letakkan dalam konteks," jelas peneliti pascasarjana Catherine Zucker, yang dengan sesama peneliti Joshua Speagle menambah teknik statistik ini. "Jadi, untuk membuat peta akurat dari lingkungan solar kami, kami gabungan pengamatan dari teleskop ruang angkasa seperti Gaia dengan astrostatistik, visualisasi data, serta simulasi numerik. "
Dalam mengejar pemahaman Gould's Belt, yang sekarang dijuluki Radcliffe Wave, tim harus menyusun katalog jarak akurat terbesar yang pernah ada ke pembibitan bintang lokal. Setiap bintang terbentuk di daerah yang sangat mirip ini. Pemahaman baru ini bakal memiliki konsekuensi mendalam meskipun menemukan sesuatu yang luar biasa seperti Wave mungkin membutuhkan waktu.
"Tidak ada astronom yang diharapkan bahwa kita hidup di sebelah kumpulan gas raksasa, seperti gelombang – atau yang membentuk lengan lokal dari Bima Sakti," kata Alyssa Goodman, profesor astronomi terapan di Harvard, rekan penelitian di Smithsonian Institution , serta salah satu direktur Program Sains di Radcliffe Institute for Advanced Study. "Keberadaan The Wave memaksa kita untuk memikirkan kembali pemahaman kita tentang struktur 3D Bima Sakti."

Sumber »

Must Read

Related News